ENIGMA KOTA GADIS

Oleh: Marzuki Bersemangat

Seperti konstelasi bintang penunjuk arah yang saya pahami, kini semua enigma tentang Madiun sebagai kota gadis tampak terang benderang bagiku. Enigma itu muncul saat saya membaca semboyan kota Madiun ini, yang tentu juga yang terpampang di dalam kota ini. Kenapa ada enigma dalam pikiran saya tentang semboyan Madiun kota Gadis? Sebab dulunya Madiun yang saya kenal lekat dalam pikiran saya adalah bersemboyan Madiun Bangkit, dan lama sekali saya jauh lantas tepatnya 2012 saya mulai mengakrabi kembali dengan kota Madiun kini telah bermetamorfosis menjadi bersemboyan Madiun  kota Gadis, yakni : Perdagangan dan Industri, tentu ini saya ma’lumi, sebab Pemerintah Kota Madiun kini tengah gencar mengembangkan sektor sekunder (Industri) dan sektor tersier (Perdagangan) ini. Terbukti selama periode 2003 s/d 2008, sektor sekunder mengalami kenaikan dari 40% menuju 59 %. Sektor tersier meningkat dari 57,32 menjadi 58,45%. (Baca: www.wikipedia.org/wiki/Kota_Madiun)

 

Kawan, letak enigma saya adalah pada sebuah pertanyaan yang siang malam bergelayut di dalam batok kepala saya. Apakah pantas Madiun hanya disebut sebagai kota Gadis? Karena menurut analisa saya kota Madiun kini bukan hanya layak disebut sebagai kota Gadis, lebih dari itu ia juga berhak menyandang; Pertama kota bersejarah, dimana Madiun adalah kota yang secara historis ia mempunyai saksi sejarah besar dalam masa-masa kelam Negara Indonesia ini, yakni G30/S/PKI. Tentu pembaca yang budiman bisa menemukan adanya monumen  kresek, yang berlokasi 8 km  kearah timur dari kota Madiun. Peninggalan sejarah yang lain adalah Nglambangan. Merupakan peninggalan Majapahit berupa : Pura Lambangsari, Pesiraman. Lokasi ini digunakan upacara ritual pada saat bulan syuro. Disini juga terdapat beberapa tempat yang dikeramatkan; yakni rumah Eyang Kromo Diwiryo, Waktu Dakon yang dulu digunakan untuk menyimpan pusaka, Punden Lambing Kuning, Lambung Selayur, Sumur Kuno dan Sendang Jambangan. Kedua Madiun kota Pelajar, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi ;IKIP PGRI Madiun, Universitas Negeri Madiun, Akademi Perkeretaapian Indonesia, Akademi Penerbangan Iswahyudi, dan Politeknik Negeri Madiun, juga ada Universitas Widya Mandala, Universitas Islam Indonesia, Universitas Merdeka Madiun, Universitas Muhammadiyah, STAN Madiun, STIKIP Widya Yuwana dan sebagainya. Sedangkan sekolah lanjutan atas, SMU (sekolah menengah atas) ada 6 Negeri dan 3 Swasta, SMK (sekolah menengah kejuruan ) ada 5 Negeri dan 14 swasta. Pelajar-pelajar di kota Madiun tidak hanya dari dalam kota namun juga banyak dari Kabupaten dan luar Kabupaten Madiun. Terbukti dengan membludaknya kost-kostan di sekitar Kampus maupun sekolah yang ditempati mukim para pelajar. Ketiga Madiun kota kuliner, bila pembaca yang budiman gemar terhadap rasa cipta makanan. Maka apa salahnya mampir ke kota Madiun untuk mencicipi aneka rasa makanan. Sebab di Kota Madiun ada 7 makanan khas yang siap santap dan mantap rasanya, yakni pecel Madiun, Brem, Madumongso, lempeng, kue satu, emping garut, Sego Jotos. Kawan, tentu dengan banyaknya makanan khas Madiun ini ia layak disebut sebagai kota kuliner. Bila malam silahkan mengunjungi Jln. Diponegoro ataupun bisa ke sekitaran alon-alon Madiun, saya yakin bila anda tidak siap mental akan dibuat menelan air liur memandangi aneka macam makanan itu. Keempat Madiun Kota Wisata, bagi pembaca yang gemar memacu adrenalin dengan pendakian, Gunung Liman di Kabupaten Madiun yang berada di puncak tertinggi pegunungan Wilis menjanjikan sensasi pendakian yang luar biasa. Sepanjang perjalanan banyak sekali ditemukan flora fauna dan arca di jalur pendakian dari Pulosari, Kecamatan Kare yang tentu ini menambah suasana wisata lebih greget. Tempat-tempat wisata yang lain ada: Waduk  Bening Widas, Wana Wisata Grape, Taman Rekreasi Umbul, Air terjun seweru/ Serondo, Waduk Notopuro, Waduk Kedungbrubus, Alon-alon Madiun, Dungus, THR, Waduk Dawuhan, Piranha Swimming Club, water zone Dumilah park Madiun. Belum lagi kini di Kota Madiun ada beberapa investor dari luar kota yang menanamkan modalnya di kota ini untuk wisata, salah satunya perusahaan yang bergerak di bidang bisnis properti PT Indraco menginvestasikan dananya sebesar Rp 200 miliar untuk pembangunan Suncity Festival di Kota Madiun, Jawa Timur. (baca : KOMPAS.com /28/11/2011). Begitu ragamnya tempat wisata di Kabupaten dan Kota Madiun yang tentu layak mendapat  julukan Kota Wisata. Kelima Madiun disebut kota Budaya sebab kota ini mewarisi budaya Pencak silat Setia Hati.

 

Pemerintah Kota Madiun tentu saja sangat lebih berhak untuk memberi nama semboyan pada kotanya. Saya yakin mereka punya alasan yang lebih signifikan dari pada guratan pena saya yang tak punya  taji ini. Namun minimal saya sudah menuangkan unek-unek saya pada sebuah tulisan tentang, Madiun bukan hanya kota yang tekstual maknanya sebagai perdagangan dan industri saja. Namun lebih dari itu Madiun mempunyai aneka kekayaan kultur, kuliner, seni, intertaint dan sebagainya. Selebihnya saya kembalikan pada kawan-kawan semua yang budiman. Wa Allahu A’lamu.a

Tentang penulis :

Marzuki Ibn Tarmudzi, pernah mencicipi sedikit segarnya lautan ilmu di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur. Hobinya yang suka nyorat-nyoret kertas ini dimulai semenjak nyantri. Kini, hobinya itu dituangkan di berbagai media online, itung-itung sebagai aksi dari ; “بلغوا عني ولو أية “,” sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat ”.