BOLA PANAS JK MEMBARA DI DPR





OLEH : MARZUKI BERSEMANGAT

Bola panas yang dilemparkan Jusuf Kalla membuat Pansus kepanasan. Kini bola panas itu Mengelinding ke Istana. Pansus mau meminta pelurusan perihal bola panas itu. Namun permintaan pansus tersebut ternyata membuat kebakaran jenggot team SBY. Pro dan kontrapun bermunculan bak semburatnya kembang api menyambut tahun baru.

Marzuki Alie, mantan Sekjen Partai Demokrat ketika dihubungi Muhsi Zain di Pro 3, berpendapat bahwa pemangggilan SBY tidak perlu terjadi karena tidak ada alasan. Bapak Presiden hanya pelu memberikan keputusan dan tidak perlu menghadiri Pansus, apalagi cara sidang pansus yang tidak etis. Mengenai klarifikasi SMS Sri Mulyani kepada SBY hanya cukup dengan klarifikasi langsung saja. Toh, permintaan itu hanya dari PDIP dan Hanura sedangkan tujuh partai lainnya tidak.

Berbeda dengan Dien Syamsudin ia berpendapat, pemanggilan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah suatu kewajaran. Pansus membutuhkan banyak data yang dapat untuk diolah. Perihal kasus Century sangatlah rumit sehingga membutuhkan pelebaran sayap untuk dapat informasi. Dan, SBY dalam sidang pansus hanya dibutuhkan klarifikasi saja.

Diantara SMS yang masuk ke HP penulis yang tidak setuju tentang pemanggilan SBY ke meja pansus:

“ Pansus harus bisa menyimpulkan sendiri tanpa pemanggilan presiden”

“ SBY tidak perlu datang karena tidak ada urgensinya”

“ No voting untuk urusan yang tidak penting”

Dan diantara SMS yang setuju terhadap pemanggilan Presiden ke sidang pansus DPR:

“ Presiden harus datang karena beliau adalah kekuasaan tertinggi”

“ SBY perlu dipanggil tapi Rohut Sitompul harus dikeluarkan”

“ SBY layak dipanggil, tapi pansus harus obyektif karena selama ini pansus hanya mengungkit-ngungkit kesalahan”

Bapak Zainal, Pusat Kajian Korupsi Jogjakarta memberikan tiga alaan atas kesetujuannya terhadap pemanggilan Bapak SBY; Pertama, keberhasilan pansus adalah apabila ia menghubungi semua pihak untuk dimintai keterangan. Kedua, yang tidak setuju atas pemanggilan SBY tidak usah kebakaran jenggot karena pemanggilan SBY sebagai mantan presiden 2004-2009 bukan sebagai presiden 2009-2014. ketiga, tidak semua yang dipanggil disidang pansus DPR itu salah atau teribat, namun juga didengarkan keterangannya.

Gambar diambil dari : www.asaljepret.com/

Marzuki Bersemangat
Kaligarung Campurasri Karangjati Ngawi
Selesai ditulis: 11.45/18/01/2010


KAMAR BINTANG LIMA DI HOTEL PRODEO




OLEH: MARZUKI BERSEMANGAT
Ini hasil wawancara yang sudah melalui edit dari penulis.
Team pemberantas mafia hokum mengadakan inspeksi mendadak ke Lapas pondok Bambu. Tercengan melihat sebagian napi yang mendapat perlakuan elit . ditemukan ranjang empuk, TV layer datar, AC, sebuah kamar mandi layaknya hotel bintang lima. Perkakas itu ditempati oleh Arthalita Suryani yang terkena kasus penyuapan.

Bapak Muhsin di Pro menghubungi Ustadz Anton, mantan napi yang pernah mendekam dipenjara selama 18 tahun 7 bulan. Jadi, beliau mengetahui lebih banyak peruhal seluk-beluk kehidupan di lembaga pemasyarakatan.

Dalam wawancara itu Bapak Muhsin memulai dengan pertanyaan” UStadz, siapakah sebenarnya yang akan dibuka kesadarannya perihal perlakuan elit pada sebagian napi ini, masyarakat atau penegak hokum?”

“Pertama, saya ingin berpesan pada media untuk membongkar beberapa hal yang membengkok yang ada pada masyarakat. Karena selama ini media tidak mau mengusik yang padahal media mempunyai pengaruh yang sangat besar. Kedua, media selama ini hanya mencatat sesuatu yang negative yang padahal banyak juga sisi positifnya. Dan, jelas ini tidak proporsional. Semenjak pasca reformasi lapas terjadi over kapasitas yang ini sebagai bukti kurangnya perhatian pemerintah dalam hal penambahan ujar Ustadz Anton dalam wawancara di acara Aspirasi Merah Putih.

“Bapak sebagai orang yang berpengalaman, apakah bapak tahu perihal jual beli kamar di Lapas?”

“Dulu waktu aku dipenjara belum ada koruptor dan waktu itu LP belum terjadi over kapasitas. Baru pasca reformasi banyak sekali kasus narkoba yang menyebabkan penuh sesak LP. Walaupun sekarang saya bukan napi. Tapi saya sering diundang ceramah di Lapas. Bahwa, terjadinya jual beli kamar itu memang ada dan itu ada intervensi dengan pejabat. Datangnya koruptor ke suatu Lapas (masuk penjara) itu membawa keberkahan pada para napi lain.

“maksudnya keberkahan apa, Pak?”

“Koruptor adalah orang yang jelas manusia berduit, supaya tidakl terjadi kecemburuan social. Koruptor biasanya memberikan modal untuk bekerja di lapas. Karena begitu banyaknya napi yang tidak dijnguk. Pemberian modal ini jelas elibatkan petugas yang memang memanfaatkan keadaan seperti ini”

Merupakan gunung es ketidakadilan memperlakukan istimewa sebagian narapidana di lapas. Kasus seperti ini sebenarnya tidak hanya ditemukan di Pondok Bambu dan masih banyak Arthalyta- Arthalyta yang lain yang belum terungkap.

Kawan, untuk memberantas praktek seperti ini tidaklah mudah. Karena ini ada intervensi antara pejabat, kalapas, sipir, dan narapidana tentunya. Dan sebelum tulisan ini saya tutup, tolong pemerintah memperhatikan over kapasitas lapas yang juga tidak memanusiakan manusia. Terakhir, saya ucapkan terimakasih kepada pembaca dan saya do’akan semoga hutangnya cepat lunas.. amien.

Gambar diambil dari http://media.photobucket.com/image/kamar%20lapas%20Artalyta%20Suryani/adam_tmii/449758905l.jpg
Bumi damai kali Garung Ngawi
Selesai ditulis :22.10/13/01/’10

HATI-HATI ! SYIRIK MERAJALELA


By: Marzuki Bersemangat
Ada satu kisah yang menarik untuk dicermati. Abu Ja’far Al-Bagdadi, beliau adalah guru dari Syekh Junaid. Pekerjaan beliau adalah menyapu pasar. Pekerjaan yang dipandang rendah oleh masyarakat secara umum. Padahal beliau adalah kekasih Allah, guru seorang wali besar pula.
penghasilan beliau setiap hari satu dinar yang kalau dikurskan dalam rupiah senilai satu juta rupiah. Uang itu sudah habis ketika sholat Maghrib tiba. Uang itu beliau sumbangkan semua kepada yang membutuhkan.
Abu Ja’far Al-Bagdadi mempunyai istri yang juga terkenal kedermawanannya. Istri beliau terkenal dipanggil Ummu Ja’far. Kedermawanannya terbukti pernah shodaqoh uang 20 Dinar (Rp. 10.000.000,-) dan 2 Dirham (Rp.200.000.000,-)
Kejadian itu bermula dengan datangnya dua laki-lai buta. Satu dari mereka bujang dan satunya berstatus kawin. Mereka menghadap kepada Ummu Ja’far yang terkenal dermawannya. Pria bujang itu bilang didepan Ummu Ja’far,”Wahai Allah, berilanlah kepadaku rizqi dari anugrahnya Ummu Ja’far”. Sedangkan pria yang berstatus kawin itu bilang didepan Ummu Ja’far, “Wahai Allah, berikanlah rizqi kepada kita atas anugrahmu yang luas”
Ummu Ja’fa kaget mendengar do’a mereka berdua. Lantas Ummu Ja’far menyuruh seseorang untuk memberikan uang 2 dirham (Rp. 200.000,-) kepada pria yang berstatus kawin dan memberikan 2 potong roti dan ayam panggang yang diikat tali dan diselipkan uang 20 Dinar (Rp. 20.000.000,-) secara tersembunyi
Sesampainya pulang mereka saling menanyakan perihal pemberian dari Ummu Ja’far. Mereka lantas saling menukar pendapatan. Pria bujang beralasan, buat apa roti dan ayam panggang, aku kan masih bujang. Peristiwa ini terjadi sampai 30 hari.
Ummu Ja’far menyuruh seseorang menanyakan pada pria bujang, “Apakah pemberianku selama 30 hari ini tidakkah cukup untukmu?”
Orang suruhan Ummu Ja’far itupun mendatangi pria bujang dan menyampaikan salamnya. Kemudian pria bujang itu menjawab. “ Lho, emangnya Ummu Ja’far memberi aku apa? Beliau kan hanya memberiku roti dua potong dan ayam panggang. Bagiku itu terlalu banyak untuk kuhabiskan sendirian. Kemudian pemberian dari Ummu Ja’fa itu kutukarkan dengan temanku”
“Lhoo”
Orang utusan Ummu Ja’far kaget dan akhirnya menjelaskan perihal pemberian Ummu Ja’far yang sebenarnya.
Kesimpulan
Pekerjaan apapun dalam pandangan Allah sama. Karena yang terpenting halal.

Manusia bisa berusaha namun segala sesuatu Allahlah tetap yang menentukan.

GAMBAR DIAMBIL DARI www.meisusilo.wordpress.com

DIAKHIROT MBAH HASYIM LEBIH POPULER DARI MBAH AHMAD DAHLAN


Laporan Hari ke-4 dari Tebuireng Jombang
Oleh: Marzuki Bersemangat
JOMBANG - suasana dari pemakaman Bani Hasyim Tebuireng Jombang (2/1/2010) peziarah meningkat pesat dari kemarin. Hari keempat meninggalnya KH. Abdurrohman Wahid ini peziarah semakin memadati Pond. Pest. Tebuireng. Peziarah datang pergi dengan rombongan dan sebagian kecil datang perorangan. “Sendirian aja, Mas”, jawab salah satu peziarah saat kami tanya. Umumnya rombongan berseragam sehingga dapat dibedakan secara jelas antara rombongan dan perorangan.

Susunan acara do’a bersama ba’da isya’ berjalan sebagaimana kemarin; membaca suroh Yasin, Tahlil, sambutan atas nama keluarga yang sebelum ditutup dengan do’a.

Sambutan atas nama keluarga diisi oleh KH. Sholahuddin Wahid. Beliau bercerita bahwa antara KH. Hasyim Asy’ari pendiri NU dan KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah sama populernya ketika di dunia. Namaun di akhirat KH. Hasyim Asy’ari yang lebih popular. Alasannya, karena banyak sekali yang membacakan Al-Fatihah kepada Mbah Hasyim disambut gemuruh tawa oleh peziarah.

KH. Sholahuddin Wahid juga menyampaikan bahwa tadi siang banyak wartawan yang bertanya perihal peziarah. “Gus, gimana kok banyak peziarah yang mengambil tanah makam untuk berobat sakit perut?” kata Gus Sholah menirukan wartawan yang bertanya pada tadi siang. “Ya, boleh saja, yang tidak boleh itu kalau buat obat sakit mata” kata Gus Sholah.

“Presiden SBY kemarin menyebut Gus Dur adalah bapak pluralisme Indonesia. Lho gek pluralisme iku yo opo?” kata Gus Sholah yang disambut gelak tawa hadirin. Pluralisme itu majemuk. Majemuk itu bermacam-macam. Indonesia ini ada bermacam-macam etnis, suku, ras, agama dll. Gus Dur mampu nyaman bagi siapapun yang ingin mencari perlindungan. Bahkan Bingky Irawan, pemuka agama Konghucu akan mengusulkan kepada Majelis Tinggi Agama Konghucu (Matakin) untuk memasukkan hari wafatnya Gus Dur (30 Desember) kepananggalan Matakin. Dimana Gus Dur si Bapak Tionghoa Indonesia, mencabutinpress yang memarginalkan etnis Tionghoa, lewat keppres RI No 6/2000.

Setelah acara do’a bersama penta’ziah bisa menikmati enaknya makan soto yang dihidangkan didepan Masjid Pond. Pest. Tebuireng itu. Kami sampai hajar 3 porsi soto. Ah…..!!!!


Maaf posting terlambat
Bumi Astrada Jombang Tercinta

PENUH SESAK MAKAM BANI HASYIM


Oleh : Marzuki Bersemangat
Laporan Khusus dari Tebuireng Jombang

JOMBANG- acara 3 hari Al-marhum KH. Abdurrohman Wahid di Tebuireng Jombang hari ini (1/1/2010) berlangsung penuh sesak peziarah. Sekitar 1000 orang memadati pemakaman Bani Hasyim di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (31/12/2009) kemarin. Gus Dur dimakamkan berdekatan dengan makam kakeknya, KH Hasyim Asy'ari (pendiri NU) dan ayahnya KH Wahid Hasyim (mantan Menteri Agama di zaman Orde Lama).. Mereka datang dari berbagai daerah yang bahkan dari luar pulau Jawa.

Susunan acara 3 hari itu terdiri pembacaan surah Yasin, Tahlil, sambutan atas nama keluarga serta juga ada pembacaan sekilas perjalanan Gus Dur yang sebelum ditutup dengan do’a.

Sambutan atas nama keluarga disampaikan KH. Silahuddin Wahid.dalam kesempatan itu beliau meminta maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang diberikan. Dan sangat berterimakasih atas simpatisan yang diberikan kepada Al-marhum KH. Abdurrohman Wahid kakak beliau.

Pidato pembacaaan sekilas perjalanan Gus Dur disampaikan oleh KH. Dr. Tohir. Beliau meneladankan Gus dur sebagai sosok yang ikhlas dan istiqomah. Dua point itu menurut beliau yang membentuk Gus Dur sebagai munusia yang berada didalam lingkaran malaikat. Beliau yang katanya teman dekat Gus Dur itu juga menyampaikan bahwa Gus Dur tidak pernah kelihatan sedih dan takut terhadap apapun, yang beliau mengutip (al-baqarah[2]: 62). Makanya Gus Dur dalam menghadapi permasalahan sering berucap “Gitu aja kok repot”.

Dr. Tohir berharap semoga akan muncul Gus Dur-Gus Dur baru yng akan menjadi pemimpin bangsa nanti. Pemimpin yang berjuang dengan ikhlas.

Ramainya pengikut tahlil hari ini meningkat pesat dibanding dengan malam kemarin. Bersamaan dengan tahun baru ini banyak yang melewatkan untuk berta’ziah ke makam Gus Dur yang satu lokasi dengan KH. Hasyim As’ari.

Dan perlu sangat kami sampaikan bahwa pihak keluarga meminta maaf atas kekisruhan yang terjadi pada prosesi pemakaman Gus Dur. Yakni, penta’ziah tidak bisa masuk pintu gerbang untuk menyaksikan pemakaman Gus Dur. Karena itu adalah diluar kuasa tuan rumah. Acara pemakaman Gus Dur kemarin adalah kerjasama antara pihak pondok dengan Negara yang dihadiri Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.(MB)

TAHUN BARU 2010 TETAP JAGA KOMITMENT


SERIAL TAHUN BARU 2010

By: Marzuki Bersemangat



“Tahun baru, apa bedanya dengan kemarin, sama kan tak ada bedanya hanya berubah fugsi kalender dari 2009 berubah menjadi 2010” kata salah temanku waktu kami ngobrol di café tadi Malam.

“Yang membedakan hanya rasa dan komitmen” jawabnya seketika itu

Ya, komitmen untuk merubah diri kita lebih baik. Tanpa komitmen jangan harap akan ada perubahan pada diri. Terutama komitmen yang kita bangun adalah dari segi semangat untuk terus berproses lebih baik. Biar kita dikatakan orang yang beruntung. Bila kita sama dengan tahun kemarin kita dikatakan rugi, bahakan bila kita semakin mundur dikatakan hancur. Kehidupan ini memacu kita untuk selalu maju berproses menjadi terbaik.

Mema’nai tahun baru dengan memasang tulisan di perempatan jalan, mengirim SMS pada teman “HAPPY NEW YEAR, hura-hura dijalan, pentas kembang api, makan-makan, kongkow-kongkow, cari cewek baru, menjelajahi tempat-tempat pariwisata ataupun mengadakan upacara yang bersifat social tanpa ada sentuhan pada jiwa, hanya sekedar formalitas tapi individu tak ada kepedulian terhadap lingkungan, tak ada antusias untuk mereformasi dirinya, maka acara tersebut layak disebut hura-hura. Tahun baru merupakan ajang bagi manusia untuk berkreasi. Entah berkreasi dalam hal apa. Secara jelas manusia punya kecenderungan dalam satu hal. Dan itulah nanti yang akan ditonjolkan dalam pergantian tahun baru ini.

Sebagian manusia dalam menyikapi tahun baru ini, ada yang menghabiskan aktunya berdiam diri di Masjid. Makam para wali ataupun tempat-tempat yang dianggap sacral. Membaca wirid, asma-asma Allah berdo’a supaya diberi tambahnya barokah pada tahun baru ini dan mengampuni dosanya yang telah lalu.

Dibagian manusia yang lain, mereka pergi ke hotel memboking cewek idamannya yang bukan istrinya, pada jam temapt pergantian tahun mereka memasukkan rudalnya pada lubang vagina perempuan. Maka pada hari tahun baru ini hotel kebanyakan penuh, disewa para manusia-manusia gila.

Sebuah dua segi model kehidupan mansuia yang berbeda. Bagiku sekali lagi tahun baru adalah tahun dimana harus instropeksi kesalahan masa lalu dan berkomitment untuk menjadikan masa lalu sebagai pelajaran. Sudah sering saya tulis bahwa

MANUSIA CERDAS ADALAH MANUSIA YANG SELALU MAU BELAJAR TERHADAP MASA LALUNYA DAN SELALU BERPROSES LEBIH BAIK PADA MASA SEKARANG.
Gambar diambil dari www.usm.ac.id/

Telah Meninggal Gus Dur


Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur wafat. Saat ini jenazah Gus Dur masih berada di RSCM. (19.10 wib)

“Mas Marzuki, Gus Dur sedo”
“He…nek ngomong seng enak kowe”
“Di kandani kok”
Aku seperti ndak percaya saat temanku memberi kabar itu. Aku layaknya Sayidina Umar yang mendengar kabar Kanjeng Nabi Wafat, aku seperti mau marah, ingin ku habisi semua temanku. Tapi aku harus sadar bahwa kenyataan harus diterima.

lalu aku buka Internet. ku buka (www.detiknews.com)

"Innnalilahi wa inna Ilaihi rojiun telah meninggal dunia Kyai Haji Abdurrahman Wahid di RSCM. Al Fatihah," kata Bambang Susanto dalam statusnya di Facebook, Rabu (30/12/2009). Bambang Susanto merupakan asisten pribadi Gus Dur. Saat dikonfirmasi detikcom, Bambang memang membenarkan bahwa Gus Dur meninggal dunia. "Iya benar. Sudah dulu ya mbak," kata Bambang saat dikonfirmasi. (www.detiknews.com)

KH. Abdurrohman Wahid atau lebih akrab dipanggil dengan Gus Dur, beliau sudah taka sing lagi di Indonesia beliau adalah Mantan Presiden Repoblik Indonesia.

Tak banyak yang tahu, Abdurrahman Wahid dilahirkan dengan nama Abdurrahman Addakhil, alias Sang Penakluk. Tetapi kata "Wahid" yang berarti "Satu", karena ia memang anak pertama, lebih dikenal dari "Sang Penakluk".Ia lahir pada hari keempat dan bulan kedelapan kalender Islam tahun 1940 di Denanyar Jombang, Jawa Timur dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Terdapat kepercayaan bahwa ia lahir tanggal 4 Agustus, namun kalender yang digunakan untuk menandai hari kelahirannya adalah kalender Islam yang berarti ia lahir pada 4 Sya'ban, sama dengan 7 September 1940.Gus Dur dilahirkan di tengah keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah K.H. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan[2]. Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. (http://www.rakyatmerdeka.co.id)

Gus Dur, tampil ke tengah pergumulan politik Indonesia dan intelektual Indonesia pada awal 1970 an ketika kita, pesantren dan Nahdlatul Ulama berada dalam posisi sangat memprihatinkan: diremehkan baik oleh pejabat pemerintah maupun kaum Intelektual muslim perkotaan, disingkirkan dari politik secara sistematis, dan hanya dianggap sebagai beban atau penghambat modernisasi dan pembangunan.

KH. Abdurrohman WAhidlah yang menjembatani dunia keulamaan tradisional dan peikiran modern mendukung sintesis intelektual reformis dan agenda social yang membedakan antara doktrin-doktrin atau hokum-hukum agama yang baku akomodasi social.

Tentang penulis :

Marzuki Ibn Tarmudzi, pernah mencicipi sedikit segarnya lautan ilmu di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur. Hobinya yang suka nyorat-nyoret kertas ini dimulai semenjak nyantri. Kini, hobinya itu dituangkan di berbagai media online, itung-itung sebagai aksi dari ; “بلغوا عني ولو أية “,” sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat ”.