How to Decide on Business That Work for You



Its title is the title of Milton Chang in his book, he is an independent Professional. He said that you duly prefer work that you loved, capable, and unique. If you like what do you do, you will not going to feel as load. Otherwise, you will think that is something makes you happy. Finally, you will be more spirit and diligent in the work. You will effort to do the best. And you will more strong when there is problem. If you have a hobby such as writing, cooking, sewing, draw, singing, handicraft, or if you have interest and talent such as automotive, computer, language, electronic, music, sport, etc, can you trying expand as fertile field for working as diligent.

To become independent professional you must always try and try in order that you have special expertise that can become the base financial capital of yours business. The one of indication that you have capability in the case that you are the diligent is if you feel rightfully proud with result yours work. And you don’t hesitant show to people. Thus wherever you will go, people will remember and pursuing you to get yours capability.  

If you will out be good performance in your skill. You must have unique something, it’s in order that you are difficult to defeated by competitor. With this unique you can show different performance and easier to introduced by industry where you are work. If you have skill about photography, you can seek specialization, example: special photographer for advertising, or you have skill as English language translator, you can focus in the case, example law, financial, or the worker. 

The development self also can conducted with always innovative think in the looking for fresh idea, new method, and unique variation that can offered. There are many things that can you conducted for invent a chance to work, the one through independent professional. This method has been many loved by people whom offer a service, because this method don’t use too money, but also by entrepreneur, because unnecessary wearing permanent salary cost with subsidy for get specific service with high competence. Interested to trying? Manure your skill and knowledge, and built your relation with many people. Do you know Robert T Kiyosaki; he has skill, knowledge, or experience as businessman, lecturer, and writer for offered as solution to another people, both consultant and books.

BID`AH?


Jagat Pramudita. Status-status facebook kian hari makin beraneka saja yang mengusik pola pikir saya sebagai kaum bersarung (santri)  yang menembus  beranda, inbox saya meski tiada pertalian pertemanan.  Memang reaksi-reaksi pro dan kontra merupakan hal yang sangat wajar. Namun berpolemik yang jauh dari nilai-nilai intelektual menurut saya tidak  layak untuk  dibudayakan. Sebab sangat jauh dari nuansa mencerahkan.

Syahdan, ada status yang layaknya pengkhutbah, berdiri  sombong mengacung-acungkan tangan mengakronimkan para aswaja dengan, maaf, sekali lagi maaf, -asli warisan jawa- dan mengkutuk para aswaja sebagai Ahlul Bid’ah. Anehnya, pengkutuk itu sendiri sama sekali  tidak sadar betapa facebook yang dia gunakan juga bisa dikatakan bid’ah, sebab facebook juga tidak ada pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Ohoi,namun kutahu doipun tampaknya juga fans berat Imam Syafi’I kaya saya. sampai-sampai pendapatnya mendompleng Imam ketiga dari empat mazhab menurut urutan kelahiran itu. Mereka katakan Imam Syafi’I itu benci bertahlil pada orang mati. Mas/mbak brow…..,bolehlah sekali-kali membuka Manaqib Al-Syafi’I, juz 1, hal. 430. Imam Syafi’i  ra, menyatakan: “sesungguhnya Allah Swt telah memerintahkan hamba-hamba Nya untuk berdo’a kepada Nya, bahkan juga memerintahkan kepada Rosul Nya”.
Dalam  Al-Qur`an suroh 47:19 ;

Oleh itu, maka tetapkanlah pengetahuanmu dan keyakinanmu (wahai Muhammad) bahwa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan mintalah ampun kepadaNya bagi salah sikap yang engkau lakukan, dan bagi dosa-dosa orang-orang yang beriman- lelaki dan perempuan dan (ingatlah) Allah mengetaahui akan keadaan gerak-gerik kamu (di dunia) dan keadaan penetapan kamu (di akhirat).


Titik pokoknya adalah Allah memerintahkan hamba-hamba Nya untuk mendo’akan sesama mu’min baik laki maupun perempuan. Tentu ini  untuk mu’min dan mu’minat baik yang masih hidup maupun untuk yang  telah meninggal.

Mengenai tradisi, mas/mbak brow : Islam bukanlah agama tradisi namun juga bukan anti tradisi. Namun islam hadir berusaha mengislamisasi. Kalaupun tidak bisa diislamisasi baru memberikan solusi.
Mas/mbak brow …….

Marilah kita belajar bersama-sama mencotoh bagaimana tokoh-tokoh intelektual negeri ini berpolemik yang sopan dan santun.  Polemik itu antara lain, Ialah polemik Soekarno dengan M. Natsir tentang hubungan Islam dan negara. Polemik tentang Islam dan sosialisme antara Tjokroaminoto dengan Semaun, dan polemik kebudayaan Timur dan barat antara Sutan Takdir Ali Sjahbana dengan Armijn Pane. Demikian pula tulisan-tulisan bernada polemis yang dibuat oleh Muhammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sumitro Djojo Hadikusumo dan Sjafruddin Prawiranegara dan lain-lain dibidang pembangunan politik dan ekonomi. Polemik intelektual tentang Islam dan sekularisme, yang terjadi antara M. Rasjidi dengan Nurcholis Madjid, sangatlah menarik untuk dibaca. Demikian pula polemik M. Roem dengan Rosihan Anwar yang berkaitan dengan sejarah politik di tanah air era tahun 1950-an. Kalau kita menelaah dengan seksama polemik mereka sungguh sportif, ksatria, argumentatif dan tidak menyerang pribadi seseorang, yang tidak ada hubungannya dengan materi yang diperdebatkan. Mereka juga menggunakan kata-kata yang sopan, sehingga nampak suasana saling hormat-menghormati, walaupun perbedaan pendapat diantara mereka demikian tajam.
Saya sungguh ingin menjauhkan diri dari kegiatan yang bernuansa agitasi, propaganda dan perang urat syaraf. Wallahu a’lamu bissowab. Marzuki ibn Tarmudzi.

Jangan - Jangan kita Penentang Allah

                                      Oleh : Marzuki ibn Tarmujzi

Saya hanya bisa bersujud dan menangis ketika sebagian muslim dunia marah dengan ulah hina Sam Bacile, pembuat film “INNOCENCE OF MUSLIMS”, yang sangat menghina Nabi Muhammad SAW itu. Sebab kalau saya mau marah, saya mau marah sama siapa?? Ya kalau Sam Bacile berada di depan saya, mungkin saya dapat mengajaknya berbicara dengan bahasa manusia, dan entahlah kalau dia sama sekali tidak mengerti dengan bahasa manusia, bahasa etika, dengan hikmah. (lihat QS. An-Nahl [16]:125). Sebab ketika mereka menyuarakan kebebasan berekspresi, dilain sisi mereka tidak memberikan kebebasan bagi muslimah Prancis untuk menggunakan kerudung dan jilbab sebagai tata hukum Islam. (Lihat QS. An-Nur [24]:31 dan Al-Ahzab [33]:59). Ketika umat Islam lantang menyuarakan penetapan syariah Islam, sebagai realisasi dari QS. An-Nisa’ [4]:105, sebagai pengganti kapitalisme yang memang sudah bobrok, mereka menudingnya garis keras dan radikal. Mengapa?? Subyektif bukan?!

Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (kami), jika kamu memahaminya (Lihat QS. Ali Imron [3]:118). Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaha-Nya meskipun orang-orang kafir benci (QS. Ash-Shaff [61]:8). Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rosul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina (Lihat QS. Al-Mujadilah [58]:20)

Betapa beraninya mereka merendahkan Nabi Muhammad SAW penerima Al-Qur’an Al-Karim, penyampai risalah suci kepada semesta alam (Lihat QS. Al-Anbiya’ [21]:107). Dan saya yakin Allah tidak akan tinggal diam bila ada orang yang berani makar dengan menjatuhkan Islam. Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya (Qs. As-Shaff [61]:8). Sebab agama pada sisi Allah hanyalah Islam (QS. Ali-Imron [3]:19).

Namun sebenarnya yang harus kita waspadai adalah musuh kita yang didalam Islam itu sendiri, yakni mereka yang memahami Islam secara sepotong, dan disinilah pentingnya kita memperdalam Islam. Celakanya lagi, adalah mewaspadai diri kita, jangan-jangan kita adalah penentang Allah sesudah datang kebenaran pada diri kita. Sebab kalau kita sudah berani melanggar kebenaran dari Allah sementara kita sadar terhadap perbuatan itu, maka Allah akan membiarkan kita leluasa terhadap kesesatan yang telah menguasai kita lantas nantinya Jahannam menjadi tempat kembali. (Lihat QS. An-Nisa’ [4]:115). Ya, Allah aku berlindung pada-MU dari  godaan syaitan yang terkutuk.

Al-hasil, “dan sebutlah Tuhan-Mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’rof [7]:205). Dan jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lalai dari mengingat Allah. Karena sebenarnnya kita dilalaikan oleh syaitan, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an  suroh Al-Mujadilah [58]:19;

“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”.



Islam Bukan Sekedar Kesalehan Formal



Oleh: Marzuki ibn Tarmujzi

Awalnya kita semua adalah bodoh. Kemudian kalau kita mau membuka kesadaran diri kita maka kita akan menemukan sebuah kebenaran. Dan, kebenaran yang saya temukan adalah pada agama Islam. Betapa Islam mengajarkan keseimbangan  antara sisi vertikal seperti sholat, puasa serta sisi horizontal  seperti zakat, shodaqoh, peduli dengan sesama, orang miskin, anak yatim. Maka Al-Qur’an menyebut sebagai “pendusta agama”, bagi orang yang menjalankan sholat namun apatis pada kondisi anak yatim dan membiarkan saja orang-orang miskin kelaparan (QS. Al-Ma’un [107]:1-7).

 Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?   Itulah orang yang menghardik anak yatim,   dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.  Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.  orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang

Semua gerak merupakan perwujudan dari penghambaan kita pada tuhan Semesta alam. Sebab manusia beragama seharusnya memang harus berjalan diatas petunjuk dan dari petunjuk itulah manusia bisa berkomunikasi dengan Tuhan  melalui hatinya. Ketika kita membaca “bismillahirrohmanirrohim”, bahwa “arrohman” adalah kasih saying Allah pada seluruh makhluknya dan “Arrohim” adalah kasih saying Allah pada orang-orang mu’min di akhirot nanti. Maka ketika kita sudah faham akan “arrohman”, kasih sayang kita pada sesama makhluk Tuhan, sungguh indahnya, harmonisnya kehidupan ini.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an suroh Al-Baqoroh ayat 177; Bahwa, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”.

Disinilah, sesungguhnya kehidupan beragama adalah kehidupan yang saling menguatkan antara sisi yang satu dengan sisi yang lain. Dimana Allah memang menciptakan dualisme antara si kaya dan si miskin (QS. Az-Zuhruf [43]:32), 

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. 

Maka adalah tugas orang-orang kaya untuk menguatkan tatanan ekonomi marhaenisme. Sebab, islam benci pada kapitalisme (QS. Al-Hasyr [59]: 7). Islam sangat menjunjung kaum marhaen (QS. Al-Ma’un [107]:1-7). Islam sangat menghargai pluralisme (QS. Hujrot [49]:13). Islam sangat menjunjung persatuan dan perdamaian (QS. Ali Imron [3]:103). Islam menganjurkan kerakyatan dalam musyawarah (QS. Ali Imron [3]:159). Islam menyuruh pada keadilan sosial bagi seluruh lapisan rakyat (QS. An-Nahl [16]:90). Islam membenci segala bentuk penindasan pada kaum lemah (QS. An-Nisa’ [4]:75). Islam mengajarkan pemeluknya untuk menjadi perwira (QS. Al-Baqoroh [2]:273).

Akhirnya, janganlah kita berhenti berproses dalam meningkatkan ketaqwaan kita pada Allah Swt. Awalnya kita belum melakukan sholat mari kita dirikan sholat dengan tepat waktu. Lalu kita terus berproses sehingga kita bisa menemukan keseimbangan dalam kehidupan ini, keseimbangan antara hubungan dengan Allah pemlik semesta raya ini juga keseimbangan hidup dengan makhluknya.





ISLAM ADALAH DAMAI


                                                   Oleh : Marzuki ibn Tarmujzi


Manusia telah dilahirkan cerdas sesuai fitrahnya. Sebab manusia bukan dilahirkan dari selembar buku. Manusia tidak dilahirkan dari seorang guru. Namun manusia diciptakan oleh Dzat yang menciptakan seluruh galaksi dan yang menghamparkan bumi yang didalamnya ada jutaan bunga yang berwarna-warni, dan Dia lah yang mengajarkan manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu (lihat QS. 71:15-16, 2:29, 23:18, 96:5).
Namun sayangnya manusia itu egois dan sombong dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Mayoritas manusia menutup hatinya dari ayat-ayat suci Nya (QS.21:24). Bahkan manusia telah melepaskan ikatan tali sesama manusia itu dan lupa bahwa manusia itu pada mulanya adalah berasal dari umat yang satu dan sebab hatinya pula lantaran kedengkian, manusia saling bercerai berai (QS. 2:213). Yuk, kita tundukkan hati kita dengan membuka lembaran-lembaran suci Nya dan meninggalkan kefasikan (QS. 57:16). Dan, mari bersama-sama berpegang teguh pada tali Allah sekuat-kuatnya dengan hati yang fitrah (QS. 3:103).
Bagaimana mungkin kalau kita sesama manusia itu di ikat oleh tali Allah akan melakukan tindakan teroris dan anarkis? Bagaimana mungkin kalau kita sadar bahwa ayat pertama yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad adalah, “Bacalah”(QS.96:1), perintah membaca segala sesuatu, lalu kita bisa merasa paling benar dengan satu buku, padahal ada ribuan buku ditoko buku?
Al-Qur’an sebagai petunjuk agama Islam (QS. 3:138), memang memerintahkan pemeluknya untuk mengajak manusia lainnya di muka bumi untuk berjalan pada agama Allah yakni Islam (QS. 41:33). Sebab, agama pada Allah hanyalah Islam (QS. 3:19). Namun Al-Qur’an menegaskan bahwa ajakan itu harus dengan ilmu pengetahuan dan tutur kata yang baik serta berdiskusilah dengan argumentasi yang lebih baik (QS. 16:125), bahkan Al-Qur’an memberikan kelonggaran kepada orang-orang kafir itu untuk masuk agama islam atas kesadaran mereka. Bukan dengan jalan paksaan (QS. 2:256). Al-Hasil, “untukmulah agamamu  dan untukkulah agamaku”(QS. 109:6)

BEKERJA KERAS


                                                       Oleh: Marzuki ibn Tarmujzi
Hidup adalah sebuah proses maka jalanilah proses-proses itu dengan sebenar-benarnya (QS. 18:84-85). Berproses menuju perubahan yang lebih baik (QS. 13:11). Lalu, kemanakah arah halatuju proses perubahan itu? Disinilah, awal dari intisari penciptaan manusia. Betapa kita harus membuka kesadaran jiwa kita seluas-luasnya. Mari kita instal jiwa kita dengan memasukkan pemahaman bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan Semesta alam, sang pencipta seluruh bintang-bintang  yang di dalamnya ada planet-planet juga bulan-bulan beserta isinya dengan orbit-orbitnya yang tersusun rapi (QS. 71:15-16 , 21:31), adalah manusia dan jin diciptakan semata untuk mengabdi pada-Nya tak lebih dari itu (QS. 51:56). Dimana, dalam kehidupan itu sendiri  Tuhan Semesta alam menciptakan ujian bagi manusia untuk mengetahui kebaikan amal perbuatannya (QS. 67:2). Dan materi dari ujian itu sendiri adalah sebuah ketetapan yang  telah diturunkan kepada Nabi-Nabi Nya (QS. 2:213), kepada kita umat Muhammad  adalah Al-Qur’an, yakni wahyu yang sama sebagai mana juga diturunkan kepada Nuh dan Nabi-Nabi yang kemudiannya, juga wahyu kepada Ibrohim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman dan Zabur kepada Daud (QS. 4:163). Sebab Al-Qur’an adalah peringatan yang bukan hanya sekedar diingat namun juga harus dipikirkan bagi umat Muhammad dan umat sebelumnya (QS. 21:24).
Kawan, mungkin selama ini hati kita terlalu dibutakan dengan bekerja, bekerja dan bekerja. Uang, uang sekali lagi uang. Okelah bekerja!! Okelah Uang. Namun Yuk!! Kita mulai menata hati dengan membuka kembali lembaran hidup kita dengan berjalan diatas tuntunan yang tegak “shirotol mustaqim” (Lihat QS. 4:68-69).
Saya sendiripun adalah juga manusia yang tentu juga tiap hari beraktifitas sebagaimana manusia lainnya. Hidup sebagai perantau di negeri orang jauh dari kerabat. Hidup dengan berbagai teman dan permasalahan yang plural. Sayapun juga bekerja, jangan bayangkan kerja saya adalah kerja kantoran duduk di depan computer dengan bertelekan AC. Bukan itu kerja saya sekarang ini. Kerja saya sekarang ini begitu menantang adrenalin dan mental. Dan dituntut selalu untuk memupuk keimanan supaya saya dapat tetap tabah dalam menjalankan kerja saya ini. Pembaca yang saya hormati, saya menulis catatan ini adalah hasil resapan dari apa yang saya telah dan sedang saya kerjakan dalam merenungi kehidupan bersama Al-Qur’an. Hidup dengan berlandaskan Al-Qur’an seprti ditarik oleh nur untuk sadar bahwa ada kehidupan setelah mati (QS. 2:185). Dan tiadalah kehidupan di dunia ini hanya kesenangan yang menipu (QS. 3:185). “seperti hujan yang  menyuburkan tanam-tanaman yang mengagumkan para petani kemudian tanaman itu kering dan kamu lihat warnanya menguning kemudian menjadi hancur” (QS. 57:20). Dan kehidupan akhirot adalah lebih baik dan lebih abadi (QS. 87:17).
Saya menanamkan dalam diri saya bahwa bekerja adalah wujud mencari fadhol Allah “kelimpahan dari Allah” yang itu dicari manakala kita selesai menunaikan sholat (QS. 62:10). Maka sholat dan mencari kelimpahan dari Allah adalah laksana dua sisi mata uang yang tak bisa  terpisah . kalau kita sudah sadar bahwa bekerja adalah bentuk penghambaan kepada-Nya, maka hidup akan terasa ringan meski ada tekanan –tekanan dalam pekerjaan itu (QS. 2:112). Wakilkan segala permasalahan hidupmu pada Allah! Dan cukupkan Allah sebagai wakil dalam menata  permasalahan kita (QS. 4:81).
Mari kira renungkan ayat Al-Qur’an suroh Al-Baqoroh [2]:155-157 dibawah ini;
“Sungguh akan kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang  yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada Nya lah kami dikembalikan”. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Tentang penulis :

Marzuki Ibn Tarmudzi, pernah mencicipi sedikit segarnya lautan ilmu di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur. Hobinya yang suka nyorat-nyoret kertas ini dimulai semenjak nyantri. Kini, hobinya itu dituangkan di berbagai media online, itung-itung sebagai aksi dari ; “بلغوا عني ولو أية “,” sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat ”.